Panduan Wisata ke Raja Ampat, Cek Sebelum Berangkat

Piaynemo

Berencana menghabiskan waktu liburan ke wilayah Papua Barat? Cek dahulu panduan wisata ke Raja Ampat. Pasalnya, lokasi wisata ini tidak hanya menjadi incaran wisatawan domestik, melainkan juga turis mancanegara.

Nyatanya, perjalanan wisata ke tempat berjulukan ‘Sepenggal surga yang jatuh ke bumi’ ini tidaklah murah. Meskipun demikian, sangat sepadan dengan sensasi yang bakal kamu dapatkan ketika berada di sana.

Letak Raja Ampat

Lokasi geografis kepulauan ini adalah pada 2⁰25’ lintang utara. Berdasarkan lintang selatan, posisinya ada pada koordinat 4⁰25’. Serta 130⁰-135⁰55’ bujur timur. Raja Ampat terdiri dari 610 pulau kecil dengan luas wilayahnya, yaitu 46.108 km².

Uniknya, lebih dari 80% wilayahnya berupa laut. Nyatanya, lautan tersebut menawarkan pesona pemandangan indah dan masih bersih. Itulah sebabnya, Raja Ampat terkenal dengan wisata pantainya.

Tidak cukup sampai di permukaan saja. Saat berada di sana, kamu bisa melakukan aktivitas snorkeling dan diving yang menyenangkan. Hal ini tidak lepas dari banyaknya spot terumbu karang eksotis yang terdapat di beberapa wilayahnya.

Tujuan Liburan Ke Raja Ampat

Mulai tertarik untuk berkunjung? Sebaiknya jangan buru-buru. Kenali dahulu berbagai macam tujuan wisata yang bisa kamu kunjungi di sana. Dengan demikian, bisa menentukan akan datang ke mana saja.

Terutama jika waktu libur atau anggaran biayanya terbatas. Maka pemilihan destinasi wisata sangat penting. Tidak lain supaya kamu tetap bisa menikmati liburan dengan optimal di tengah keterbatasan. Jadi, mari cek apa saja yang bisa kamu kunjungi.

Desa Arborek

Berencana menjajal diving dan snorkeling? Masukkan Desa Arborek ini dalam daftar destinasi wisata selama di Raja Ampat. Pasalnya, berbagai spesies ikan dan terumbu karang siap menyambutmu di sana.

Pulau yang berjarak satu jam perjalanan menggunakan speedboat dari Waisai ini berisi penduduk yang sangat ramah. Tentu saja membuat para wisatawan betah. Kendati demikian, sebaiknya mematuhi beberapa aturan, yaitu:

  • Dilarang melompat ke air dari dermaga. Sebaiknya turun perlahan agar tidak mengejutkan spesies ikan.
  • Usahakan untuk tidak menginjak terumbu karang.
  • Tidak boleh memancing di kawasan tertentu.
  • Harus selalu menjaga kebersihan.
  • Menjaga kesopanan.
  • Tampak bahwa warga sangat menghargai alamnya. Buktinya, penerapan aturannya adalah demi menjaga kelestarian lingkungannya. Jadi, sebagai wisatawan, kamu pun akan mematuhi aturan tersebut, bukan?

Kunjungi Pasir Timbul Saat Liburan Ke Raja Ampat

Apa sih, Pasir Timbul itu? Sesuai dengan namanya, ini merupakan hamparan pasir yang tiba-tiba tersibak dan muncul ke permukaan ketika air laut sedang surut. Kamu bisa mengunjunginya saat berada di pulau Mansuar.

Untuk mencapai hamparan pasir lembut itu, kamu harus naik perahu terlebih dahulu. Selain itu, pastikan berkunjung di waktu yang tepat, yaitu ketika air surut pada pukul 06.00, 11.00, dan 15.00.

Jika berkunjung saat air pasang, tentu saja kamu tidak akan menemukannya, karena tertutup air laut. Padahal, saat daratan itu timbul, kamu bisa berjalan di atasnya, main pasir, berenang, atau sekadar selfie dan membuat iri semua teman di hometown melalui story Instagram.

Laguna Bintang (Star Lagoon)

Bukan sekadar sebuah julukan, kata bintang tidak hanya menggambarkan pemandangan juara. Laguna ini memang benar-benar menyerupai bintang. Bentuk ini akan tampak lebih jelas jika kamu menantang diri untuk mendaki bukit.

Menantang? Ya, karena butuh effort untuk sampai ke puncaknya. Kendati demikian, ketika menjejakkan kaki di puncak, semua kesulitan saat mendaki akan sirna seketika. Lantaran alam menyuguhkan pemandangan yang worth it!

Di lagunanya sendiri, kamu bisa melakukan aktivitas snorkeling dan mengintip biota laut yang cantik. Lebih menyenangkan lagi karena airnya hangat. Namun, kamu harus membawa peralatan sendiri, karena tidak ada persewaan alat snorkeling di sana.

Batu Pensil

Berkendara menggunakan speedboat dari Waisai ke Teluk Kabui tempat Batu Pensil berada persis di tengahnya, merupakan perjalanan seru. Saat tiba di tempat tujuan, kamu akan mendapati dermaga di sekelilingnya, sehingga memudahkan kapal wisatawan bersandar.

Liburan ke Raja Ampat memang kurang lengkap jika kamu tidak mengunjungi Batu Pensil. Gugusan pulau karang setinggi sekitar 15 meter ini berdiri tegak di tengah lautan, bagaikan tiang yang kokoh.

Berbeda dengan gugusan karang lain yang cenderung berujung bulat tumpul, Batu Pensil memiliki ujung runcing. Bisa jadi, inilah yang menginspirasi namanya. Apa pun itu, dengan sudut pengambilan gambar yang tepat, kamu bakal dapat foto kece.

Pulau Wayag

Berada di desa Waigeo Barat, Pulau Wayag ini termasuk paling jauh dari Raja Ampat. Waktu tempuhnya bisa mencapai 6 jam perjalanan. Jadi, ada baiknya menginap di pulau terdekat agar punya waktu lebih banyak untuk menjelajah.

Kamu juga bisa melihat pemandangan lebih indah dengan mendaki bukit. Namun, berhati-hatilah, karena bukit karangnya tajam dan cukup terjal. Pastikan menggunakan alas kaki yang tepat dan tidak membawa banyak barang bawaan.

Sebagai salah satu ikon Raja Ampat, pulau Wayag ini layak kamu masukkan dalam daftar destinasi kunjungan. Pemandangannya unik, yaitu hamparan air laut dengan warna cantik, berpadu dengan pasir putih yang membentuk warna gradasi apik.

Tambahkan itu dengan beberapa gugusan karang yang menyusun formasi menawan. Pada bagian puncak, tumbuh pepohonan, sehingga kesan alami pun makin lengkap.

Puncak Wayag

Puncak Wayag

Pulau Salawati

Mau melihat ikan pelangi Salawati yang cantik? Datang saja langsung ke pulaunya. Salah satu pulau besar di Raja Ampat ini memiliki luas 1.623 km². Uniknya, ada hamparan pohon sagu liar yang tumbuh di kawasan hutannya.

Bagi kamu yang menyukai suasana alam asri dan tenang, pulau Salawati ini bisa menjadi pilihan tepat. Saat berada di sana, kamu akan merasa rileks dan lebih segar.

Air Terjun Batanta

Siapa bilang bahwa pesona Raja Ampat hanya pada wisata pantai saja? Coba lihat dahulu air terjun Batanta ini. Sangat megah dengan ketinggian mencapai 10 meter. Bebatuan di sekelilingnya juga menambah apik pemandangan.

Terletak di pulau Batanta, air terjun ini benar-benar menjadi pesona utama di kawasan itu. Semakin menarik, karena berbeda dari jenis wisata lain di Raja Ampat yang rata-rata berkaitan dengan pantai.

Hanya saja, perlu tenaga ekstra untuk mencapai air terjun ini. Kamu harus melakukan trekking sejauh satu kilometer masuk ke dalam hutan. Tentu saja, jauh dari perkampungan.

Kendati demikian, pemandangan di air terjun memang sayang jika terlewat. Apalagi bagi kamu yang hobi fotografi maupun selfie.

Hanya itu saja? Tentu tidak. Raja Ampat masih menyimpan pesona lainnya, seperti pulau Misool, bukit Pianemo, Desa Sauwandarek, dan lainnya. Jadi, sudah siap ke Raja Ampat?

Cara Ke Raja Ampat

Untuk mencapai Raja Ampat, Kamu harus melewati perjalanan setidaknya dalam tiga tahapan, dengan moda transportasi berbeda. Di antaranya adalah:

1. Dari Jakarta Ke Sorong

Jika kamu memulai perjalanan dari Jakarta, maka harus menuju Sorong terlebih dahulu. Alat transportasi pada tahapan ini adalah menggunakan pesawat terbang. Namun, untuk opsi yang lebih ekonomis, bisa menggunakan kapal laut.

Kendati demikian, perbedaan waktu tempuhnya jauh berbeda. Jika menggunakan pesawat, hanya perlu waktu sekitar 4 jam saja.

Sementara jika dengan kapal laut, Perjalanan bisa mencapai tujuh hari lamanya.

2. Opsi Ketika Sampai Di Sorong

Setiba di Sorong, ada pilihan melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat. Harga tiket ke Raja Ampat adalah Rp 750.000 dan pembeliannya langsung di bandara. Sekali lagi, opsi lebih murah adalah dengan menggunakan jalur laut.

Namun, itu berarti, dari Bandara harus menuju pelabuhan dahulu menggunakan angkutan kota. Biaya transportasi umum ini adalah Rp 10.000 per orang.

3. Dari Pelabuhan Menuju Raja Ampat

Setiba di pelabuhan, kamu bisa memilih menggunakan kapal cepat atau feri untuk cara ke Raja Ampat. Tentu saja, menggunakan kapal cepat hanya membutuhkan waktu perjalanan dua jam saja. Namun, harganya sedikit lebih mahal, yaitu Rp. 130.000 per orang.

Berbeda jika memilih ke Raja Ampat menggunakan feri. Biayanya memang lebih murah, yaitu Rp 100.000. hanya saja, waktu tempuhnya bisa mencapai empat jam atau bahkan lebih lama. Meskipun demikian, pilihan tetap ada di tangan kamu.

Selanjutnya, transportasi kapal selama berada di Raja Ampat mang tergolong mahal. Namun, hal tersebut masih bisa diakali dengan melakukan perjalanan bersama pelancong lain, sehingga biayanya bisa patungan.

Tips Berwisata Ke Raja Ampat

Wisata Raja Ampat memang identik dengan biaya mahal. Benarkah begitu? Tenang, nyatanya ada beberapa trik penghematan yang bisa kamu lakukan. Terutama jika kamu punya banyak waktu.

Berikut ini adalah beberapa tips berlibur ke Raja Ampat. Tidak hanya soal biaya, tetapi tips praktis lainnya.

1. Teliti Biaya Transportasi

Pertama, perhatikan biaya transportasi. Jika waktu libur cukup panjang, memilih menggunakan transportasi laut bisa menghemat banyak biaya. Jadi, coba bandingkan tiket pesawat dan kapal, untuk mendapat harga yang lebih hemat.

2. Pilih Tujuan Wisata

Ada banyak pilihan tujuan wisata di Raja Ampat. Masing-masing memiliki biaya berbeda. Baik itu dari segi transportasi, biaya makan, menginap, dan tiket masuk. Dengan mencari informasi detail, kamu bisa memilih destinasi mana saja yang sesuai dengan anggaranmu.

3. Selalu Patuhi Aturan Masyarakat Setempat

Ingatlah bahwa kamu sedang berada di kota orang lain. Jadi, bersikaplah sopan dan menghargai adat, kebiasaan, serta aturan lokal. Tujuannya agar keberadaanmu di sana tidak mengganggu, dan liburan pun terasa menyenangkan.

4. Bawa Pengisi Daya Cadangan

Selanjutnya, jangan lupa bawa pengisi daya cadangan, yaitu power bank. Pasalnya, tidak semua lokasi wisata tersedia sumber listrik untuk mengisi daya kamera atau smartphone. Pasti akan menjengkelkan jika view menarik tidak terabadikan hanya karena habis baterai, bukan?

Membawa kartu memori cadangan juga bisa jadi langkah bijak. Pasalnya, ada banyak objek menarik di Raja Ampat. Jika menuruti rasa senang, pasti ada banyak foto yang memenuhi kartu memorimu.

5. Membuat PIN Raja Ampat

Saat mengunjungi kawasan Raja Ampat, para pengunjung diwajibkan untuk memiliki identitas perizinan yang dikenal sebagai PIN. Biasanya, selain sebagai identitas masuk, PIN tersebut juga digunakan sebagai tanda bentuk donasi untuk kawasan Raja Ampat.

Baca juga: Yuk Cari Tahu Cara Membuat PIN Raja Ampat!

6. Gunakan Jasa Travel Agent

Jika enggan repot, coba gunakan jasa travel agent. Kamu akan mendapati banyak pilihan paket perjalanan. Tinggal memilih sesuai keinginan dan dana yang tersedia. Ada juga penyelenggara perjalanan wisata yang menyediakan paket custom.

Paket itu akan memberikan keleluasaan bagimu dalam memilih destinasi wisata sesuai keinginan. Mana pun yang jadi pilihanmu, pastikan harganya reasonable.

Mengingat harga tiket ke Raja Ampat cukup mahal, maka rencanakan dengan baik perjalananmu. Namun, tidak perlu terlalu khawatir, karena pengalaman ke Raja Ampat sangat luar biasa dan sepadan dengan biayanya.

 

Jika Anda sudah merencanakan jadwal liburan ke Raja Ampat, ingat cocokkan juga dengan rekomendasi waktu terbaik ke Raja Ampat menurut IndonesiaJuara. Baca disini:

Patuhi Waktu Terbaik Untuk Liburan Ke Raja Ampat, Kenapa?

Nikmati Pengalaman Berpetualang dengan IndonesiaJuara Trip